Diposting oleh
Unknown
| Senin, 12 November 2012 at 14.43
0
komentar
Labels :
“Aduuuhhh neekkk,,,,jangan gangguin gue dong, gue lagi galau
neehh,,”
“Hikz, kok gue males ngapa-ngapain neeh.. Bete abezz,rasanya kalau galau melulu deh.”
“Hikz, kok gue males ngapa-ngapain neeh.. Bete abezz,rasanya kalau galau melulu deh.”
GALAU. Belakangan ini kita
sering bangeett ngadepin temen yang dikit-dikit ngeluh kalo lagi galau.
Bawaannya meratapi nasib melulu. Lagaknya seeh, suda kaya manusia paliiing
apess sedunia akhirat. Idiihhh,, !!
Padahal,
apa seeh penyebab “GALAU” ? kalo mau
jujur, penyebabnya gag penting-penting amad loohh. Biasanya seeh, kalo gag
karena batal gaul, bareng sohib,lagi bokek, atau gara-gara diputusin pacarrr..
Caeelaahhhh,,, remeh-remeh banget kan ?
Sialnya neehh, proyek meratapi nasib
alias mendeklarasikan “Gue lagi galau abezz nehh.. “, disupport abiz-abizan
oleh beragam media. Salah satu Tv swasta nasional, dalam salah satu program
anyarnya malah mengajak anak muda yang ngaku gaul, buat ikutan program
“Bergalau-galau ria”. Yang paling “mewabah” apalagi kalo bukan social media, macam twitter dan facebook.
Bukannya berisi status-status penyemangat ato kalimat motivasi, banyak diantara
teman remaja yang milih untuk “membuka aib diri” lewat aneka kalimat yang
lagi-lagi bernada galau alias meratapi nasib.
Huh !
Banyak yang bilang kalo masa remaja
itu identik dengan saatnya pencarian jati diri. Andai kita gagal mengarungi
masa remaja ini, olalaaa…. Bisa-bisa kita terjerembab dalam kubangan kegagalan
! hiii, males banget kan ?
Nah, ketimbang berlarut-larut dalam
kegalauan, coba kita tanyakan pada diri sendiri dulu, apa ada sih manfaatnya
mengungkapkan kegalauan pada sesama? Mungkin, sobat remaja pada berkilah,
“yeahhh,kalo suda curhat kan lumayan, bisa meringankan satu beban… ” hmm.. tapi
kalo difikir-fikir lagi, setelah meng-update status galau barusan, apakah ada
satu solusi yang bisa kita jadikan pijakan ? ato, apakah ada saran konstruktif
yang didapatkan dari temen-temen setelah membaca status galau kita? Atau, jangan-jangan kita malah jadi “badut
galau” lantaran terlalu sering menampilkan curhat penderitaan, dan akirnya jadi
bahan olok-olokan temen satu geng ?
Memang
sih, manusia itu tabiatnya suka mengeluh. “sesungguhnya
manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.apabila ditimpa kesusahan ia
berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir.
(Qs.Alma’arij:19-21)
Tapi, sebagai remaja muslim sejati,
sepatutnya kita menampilkan derajat manusia yang bertaqwa, bukan malah ikut
arus gag jelas dan sibuk bergalau ria. Nahh, biar kamu nggag dilanda galau yang
bikin hidup makin kacau, ikutin tips-tips berikut :
1.
Baca istighfar sepenuh hati, resapi maknanya, dan mintalah
maaf kepada yang maha kuasa. Boleh jadi, perasaan galau itu muncul salah
satunya akibat perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan. Lakukan taubatan nasuha alias taubat dengan
sebenar-benarnya. Usahakan untuk say good
byee.. sama kegiatan maksiat, dan perbanyaklah melakukan aktivitas yang
bisa membangun kokohnya keimanan kita. Misalnya ikut kajian keislaman dikampus,
atau aktif di Sie kerohanian islam disekolah. Dengan begitu insaya allah, hati
kita selalu ingat kepada allah. “ingatlah
allah, hanya dengan mengingat allah, hati menjadi tenang. “ (ar ra’d 28)
2.
Serahkan semua urusan HANYA kepada allah. Tidak ada yang
lain. Agama kita yang keren ini melarang manusia menggantungkan harapan kepada
selain allah. Why ? karena allah maha pencipta, maka semua yang didunia
hanyalah makhluk ciptaan allah. Bagaimana mungkin seorang manusia yang telah
mengimani bahwa allah merupakan pencipta segala sesuatun akan berfikir
mengalihkan tempat bergantung kepada makhluknya allah yang lemah dan juga sama-sama
bergantung dan berharap kepada allah?
3.
Bergaulah dengan teman-teman yang bisa kasih energy positif.
Teman itu ibarat “investasi” loh. Jadi, kalo kita berteman dengan sosok yang
bisa menginspirasi, dan menjadi sparing
partner dalam berbuat kebaikan, insya allah , yang namanya galau bakal
menjauh dari hidup kita. Temen yang baik, akan menjadikan remaja yang cerdas
haqiqi, cerdas dan bijaksana kalo ngadepin masalah, mampu menganalisa sebuah
masalah sekaligus merumuskan solusi jitu sebagai jalan keluar. Bisa jadi problem solver lah ! asyiikk kan ?
4.
Coba tengok kondisi saudara kita yang lebih tidak beruntung.
sekali-kali , mampir dehh , kepanti asuhan, lalu ajak adik-adik yatim piatu
untuk ngobron atau ngaji atau makan bareng.
Lalu amati semangat juang mereka. Biarpun berada dalam kondisi yang
enggak se-“makmur-jaya-sentosa” kita, adik-adik itu tetap menyimpan senyum yang
ikhlas, pantang menyerah, dan senantiasa bersyukur. Masak kamu kalah dengan
mereka ?
5.
Ibnu Mas’ud RA pernah didatangi oleh jama’ahnya selepas
taklim. “tempat mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau
dan terasing ? “seru jama’ah. “datangilah tempat yang al-qur’an sering
dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati
ketenangannya. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan
menyebut allah dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadah
dikeheningan malam dan mengadulah kepada Rabb pengatur hidupmu.”
Nahh, sobat muda, niatkan dalam hati supaya “ setan galau”
tak lagi bergentayangan dikehidupan kita. Katakana dengan lantang, “wahai
masalah yang bikin galau, kamu itu keciilll bangeeeetttt….. karena aku punya
ALLAH yang maha besar !” Okay ?
Kalo begitu, ayo teriak kompak, “Hari gini masih GALAU ?
kelaut ajeeeee….. !“
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


