Follow us on:

Pages


JANGAN GALAU Biar Nggak Kacau 



“Aduuuhhh neekkk,,,,jangan gangguin gue dong, gue lagi galau neehh,,”
“Hikz, kok gue males ngapa-ngapain neeh.. Bete abezz,rasanya kalau galau melulu deh.”
GALAU. Belakangan ini kita sering bangeett ngadepin temen yang dikit-dikit ngeluh kalo lagi galau. Bawaannya meratapi nasib melulu. Lagaknya seeh, suda kaya manusia paliiing apess sedunia akhirat. Idiihhh,, !!
Padahal, apa seeh penyebab “GALAU” ? kalo mau jujur, penyebabnya gag penting-penting amad loohh. Biasanya seeh, kalo gag karena batal gaul, bareng sohib,lagi bokek, atau gara-gara diputusin pacarrr.. Caeelaahhhh,,,  remeh-remeh banget kan ?
Sialnya neehh, proyek meratapi nasib alias mendeklarasikan “Gue lagi galau abezz nehh.. “, disupport abiz-abizan oleh beragam media. Salah satu Tv swasta nasional, dalam salah satu program anyarnya malah mengajak anak muda yang ngaku gaul, buat ikutan program “Bergalau-galau ria”. Yang paling “mewabah” apalagi kalo bukan social media, macam twitter dan facebook. Bukannya berisi status-status penyemangat ato kalimat motivasi, banyak diantara teman remaja yang milih untuk “membuka aib diri” lewat aneka kalimat yang lagi-lagi bernada galau alias meratapi nasib. Huh !
Banyak yang bilang kalo masa remaja itu identik dengan saatnya pencarian jati diri. Andai kita gagal mengarungi masa remaja ini, olalaaa…. Bisa-bisa kita terjerembab dalam kubangan kegagalan ! hiii, males banget kan ?
Nah, ketimbang berlarut-larut dalam kegalauan, coba kita tanyakan pada diri sendiri dulu, apa ada sih manfaatnya mengungkapkan kegalauan pada sesama? Mungkin, sobat remaja pada berkilah, “yeahhh,kalo suda curhat kan lumayan, bisa meringankan satu beban… ” hmm.. tapi kalo difikir-fikir lagi, setelah meng-update status galau barusan, apakah ada satu solusi yang bisa kita jadikan pijakan ? ato, apakah ada saran konstruktif yang didapatkan dari temen-temen setelah membaca status galau kita?  Atau, jangan-jangan kita malah jadi “badut galau” lantaran terlalu sering menampilkan curhat penderitaan, dan akirnya jadi bahan olok-olokan temen satu geng ?
Memang sih, manusia itu tabiatnya suka mengeluh. “sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir. (Qs.Alma’arij:19-21)
Tapi, sebagai remaja muslim sejati, sepatutnya kita menampilkan derajat manusia yang bertaqwa, bukan malah ikut arus gag jelas dan sibuk bergalau ria. Nahh, biar kamu nggag dilanda galau yang bikin hidup makin kacau, ikutin tips-tips berikut :
1.                  Baca istighfar sepenuh hati, resapi maknanya, dan mintalah maaf kepada yang maha kuasa. Boleh jadi, perasaan galau itu muncul salah satunya akibat perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan. Lakukan taubatan nasuha alias taubat dengan sebenar-benarnya. Usahakan untuk say good byee.. sama kegiatan maksiat, dan perbanyaklah melakukan aktivitas yang bisa membangun kokohnya keimanan kita. Misalnya ikut kajian keislaman dikampus, atau aktif di Sie kerohanian islam disekolah. Dengan begitu insaya allah, hati kita selalu ingat kepada allah. “ingatlah allah, hanya dengan mengingat allah, hati menjadi tenang. “ (ar ra’d 28)
2.            Serahkan semua urusan HANYA kepada allah. Tidak ada yang lain. Agama kita yang keren ini melarang manusia menggantungkan harapan kepada selain allah. Why ? karena allah maha pencipta, maka semua yang didunia hanyalah makhluk ciptaan allah. Bagaimana mungkin seorang manusia yang telah mengimani bahwa allah merupakan pencipta segala sesuatun akan berfikir mengalihkan tempat bergantung kepada makhluknya allah yang lemah dan juga sama-sama bergantung dan berharap kepada allah?
3.            Bergaulah dengan teman-teman yang bisa kasih energy positif. Teman itu ibarat “investasi” loh. Jadi, kalo kita berteman dengan sosok yang bisa menginspirasi, dan menjadi sparing partner dalam berbuat kebaikan, insya allah , yang namanya galau bakal menjauh dari hidup kita. Temen yang baik, akan menjadikan remaja yang cerdas haqiqi, cerdas dan bijaksana kalo ngadepin masalah, mampu menganalisa sebuah masalah sekaligus merumuskan solusi jitu sebagai jalan keluar. Bisa jadi problem solver lah ! asyiikk kan ?
4.                     Coba tengok kondisi saudara kita yang lebih tidak beruntung. sekali-kali , mampir dehh , kepanti asuhan, lalu ajak adik-adik yatim piatu untuk ngobron atau ngaji atau makan bareng.  Lalu amati semangat juang mereka. Biarpun berada dalam kondisi yang enggak se-“makmur-jaya-sentosa” kita, adik-adik itu tetap menyimpan senyum yang ikhlas, pantang menyerah, dan senantiasa bersyukur. Masak kamu kalah dengan mereka ?
5.                  Ibnu Mas’ud RA pernah didatangi oleh jama’ahnya selepas taklim. “tempat mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau dan terasing ? “seru jama’ah. “datangilah tempat yang al-qur’an sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangannya. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan menyebut allah dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadah dikeheningan malam dan mengadulah kepada Rabb pengatur hidupmu.”

Nahh, sobat muda, niatkan dalam hati supaya “ setan galau” tak lagi bergentayangan dikehidupan kita. Katakana dengan lantang, “wahai masalah yang bikin galau, kamu itu keciilll bangeeeetttt….. karena aku punya ALLAH yang maha besar !” Okay ?
Kalo begitu, ayo teriak kompak, “Hari gini masih GALAU ? kelaut ajeeeee….. !“